MAHA BESARNYA KEKUATANMU

November 15, 2007 at 3:31 am (Uncategorized)

Terkadang kita lupa pada hak diri kita sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang hakiki. Banyaknya urusan dunia terkadang membelenggu pada kebutuhan diri akan Tuhannya. Tuhan yang saya sebut disini adalah Allah SWT, yang harus dipecaya telah memberikan semua petunjuk dan juga atas semua kebutuhan hidup. Tapi mudah lupa, mudah mengabaikan, mudah menunda-nunda urusan dengan Allah SWT adalah sebuah kebiasaan yang sistematis menjauhkan diri kepada sensitifitas.

Sangat mudag bagi Allah SWT untuk membolak-balikkan keadaan sesuai dengan kehendaknya tanpa ada satu kekuatan apapun yang dapat menghambat apalagi menghentikan.

sebuah cerita nyata mungkin dapat digunakan sebagai bahan renungan, mungkin juga sebagai bahan pengingat, bahwa kita hidup tidak lepas dari pengawasan Allah SWT.

Berangkat dari perbiancangan dengan kakak satu-satunya tentang masalah kesehatan yang diderita kakak, diputuskan untuk saya usahakan mendapatkan pengobatan yang lebih intensif dari dokter ahli. Walaupun dengan berbagai macam kekurangan yang ada, seolah-olah saya yakin akan dapat melakukannya sesuai dengan harapan. Hari kamis saya berusaha menelepon dan akhirnya dapat berbicara serta mendiskusikan tentang pengobatan yang lebih yang bisa didapat dibanding dengan di daerah. Dengan pertimbangan bahwa fasilitas peralatan dan juga dokter yang lebih berkompeten mudah diakses. Diputuskan untuk berangkat kekota pada hari minggu dan akan jemput hari sabtu untuk sekalian mempersiapkan beberapa kebutuhan yang akan digunakan. Dengan keyakinan tinggi saya akan bisa segera membawa mencari pengobatan kekota, karena kondisi yang relatif lebih membaik setelah satu setengah minggu pulang dari pengobatan di rumah sakit daerah.

Jum’at sore selepas jam kerja langsung menuju stasiun untuk melaksanakan niat, dimana dua hari sebelumnya telah meminta dan mendapatkan ijin dari istri tercinta. Suatu yang sangat membahagiakan ketika ada sebuah persoalan dan dengan semangat yang tinggi dungkungan istri diperleh dengan niatan hanya untk beribadah kepada Allah SWT. Terima kasih dik atas semua dukunganmu, semoga berbalas kebaikan dari Allah SWT.

Perjalanan cukup jauh dengan menggunakan kereta yang ditempuh selama berangkat jam 20.30 dan sampai dengan stasiun terdekat menuju kampung halaman sekitar jam 9.30 esok paginya. Perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan bus dan harus pindah 2 kali bus dengan jarak tempuh 85 an KM lagi. Tidak ada rasa lelah yang menyekat, mungkin karena berangkat dari sebuah niat beribadah.

Sampailah di rumah bertepatan jam tangan telah menunjukkan pukul 11 30 siang, hari mulai panas, walaupun ceritanya sedang musim penghujan. Kenyataannya musim panas masih mendera,…. Para ilmuwan mengatakan ini perubahan alam karena kerusakan ekologi.. duh bahasa alam juga kayaknya.

Bersilaturahmi dengan keluarga adalah sebuah kewajiban yang tetep dijaga, pun ketika pulang kampung diluar hari raya adalah tetap dijalankan.

Selesai menjelang isya berangkat kerumah kakak ditemani dua adik mengendarai motor tua menuju rumah kakak. Dalam benak dan pikiran yang muncul adalah pemikiran akan menggunakan tranportasi apa yang akan digunakan, dan juga barang-barang apa saja yang akan dibawa. Pikiran melayang sambil menyusuri gelapnya jalan jalan yang tidak mendapatkan penerangan jalan raya.

Sebuah keterkejutan yang amat sangat ketika sampai dirumah kakak, ketika banyak orang berkerumun dan selintas ada rasa kesedihan disetiap mata mereka, dan belum saya ketahui apa sebetulnya yang terjadi.

Setelah menyandarkan sepeda motor, bergegas masuk rumah.. dan Astagfirullah hal adzim… betapa terkejutnya menyaksikan kondisi kakak yang jauh dari perkiraan dan kondisi terakhir saya ketemu. Dengan muka yang sudah bengkak, karena penyakit ginjal yang dideritanya ditambah kesadarannya sudah hilang, hanya sebuah tatapan tanpa makna yang membuat perasaan begitu cemasnya. Bergegaslah saya mencari informasi bantuan tetangga yang memiliki kendaraan untuk mengangkut kakak untuk dibawa ke rumah sakit yang berjarak 9 km an. Dengan susah payah akhirnya didapat kendaraan itu, dan satu permasalahan timbul adalah demikian beratnya tubuh kakak ketika akan diangkat, sehingga diperlukan 4 orang laki laki untuk bisa menandu menuju mobil yang memang tidak bisa dibawa sampai dengan halaman rumah.

Melihat kondisi yang sudah mengkhawatirkan, apalagi saya bukanlah ahli medik sehingga rasa amat sangat kawatir sudah sangat menyelimuti. Hanya ucapan Laila ha illallah saja yang mampu saya perdengarkan ditelinga kanan kakak. Sepanjang perjalanan hanya itu saja yang sanggup saya perdengarkan.

Setelah masuk rumah sakit, Unit Gawat Darurat tempat yang dituju dengan tanpa persiapan surat keterangan sedikitpun saya merusaha meyakinkan petugas medik untuk menjalankan prosedur pertologan pertama.

Setelah selesai dari ruang UGD, segera ditempatkan di ruang ICU atau biasa disebut Intensif Care Unit dan periksa kembali kondisinya, mulai tekanan darahnya yang memang sangat tinggi, sampai memeriksa tingkat kesadarannya yang rendah sekali. Dan disimpulakan pasien dalan kondisi1-1-1, yang berarti pasien dengan tingkat kesadaran paling rendah.

Keadaan seakan menekan cukup kuat, hanya sebuah keikhlasan yang mampu meredam gejolah hati antara keinginan dan juga keadaan yang ada. Disatu sisi keinginan membawa pasien ke rumah sakit tingkat propinsi yang notabene memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Disatu sisi etika kedokteran tidak mengijinkan pasien dengan resiko tinggi untuk di rujuk. Satu satunya jalan adalah menyerahkan segalanya kepasa kekuasaan Allah SWT. Ada satu perbedaan ketika segala sesuatunya diserahkan kepada Allah SWT, dimana menghadapi kondisi yang sangat begitu tertekan ternyata hati ini masih diberi kekuatan untuk memohon dan menyerahkan segalanya kepada kekuasaanNYA. IKhlas………… Adalah satu kata ketika semua mengatakan kondisi pasien yang sudah sangat kritis, hanya keikhlasan keluarga dan juga doa yang diharapkan oleh semua dokter yang menanganinya.

Tak henti hentinya kalimat talkin  saya perdengarkan ke telinga kanan kakak, dengan sepenuh harapan untuk bisa mendengar suara dalam jiwanya dan juga bimbingan yang sangat dianjurkan jika menghadapi manusia dalam kondisi yang seperti itu.  Malam, siang, malam, tak henti hentinya kalimat talkin di perdengarkan ditelinga kanan pasien dalam kondisi pasien yang sangat tidak stabil.

Senin pagi ketika dokter ahli internist dan juga dokter syaraf memeriksa kondisi kakak, adalah kesempatan untuk bisa konsultasi sebanyak banyaknya sesuatau yang saya tidak tau dan juga kemungkinan yang akan terjadi. Dokter spesialis pun tidak memberikan jawaban yang kongkrit katera tidak memiliki data ilmiah dari pemeriksaan laboratorium, karen sulitnya menganbil sampel darah pasien. Hanya kalimat mengharap bersabar dan akan diusahakan semaksimal mungkin yang bisa disampaikan kepada saya, dan itu cukup membuat saya merasa lebih baik.

Hari berganti dan selasa itu diputuskan untuk mengambil darah pasien lewat arteri, yang yang tidak biasa dilakukan karena bukan hal yang wajar. Dan karena keterpaksaan itu dilakukan dan berhasil dengan susah payah. Dan hari itu juga bisa diketahui hasilnya, dari beberapa bagian yang diperiksa, diketahui kandungan albumin dalam darah sangat kecil jauh lebih kecil dari batas minimum yang seharusnya. Kolesterol yang tinggi adalah turut ambil bagian memperburuk kondisi, selain tekanan darahnya.

Tindakan yang dialakukan adalah dengan memasukan albumin ke pasien lewat saluran infuse untuk meningkatkan kadar albuminnya. Secara hitungan logika masih diperlukan beberapa botol albumin untuk mencapai kondisi minimum pasien, tapi bermasalah pada jumlah albumin yang bisa diberikan kepada pasien, tapi dengan usaha dari kepala ruangan, Alhamdullah disetujui beberapa botol tambahan albumin.

Hari rabu perasan sudah bertambah kalut. Adalah kewajiban untuk bekerja lagi sudah harus ditunaikan, karena sudah libur beberapa hari. Belum ada keputusan mencari pengganti penjaga pasien yang bisa care, karena diperlukan orang yang menjaga saluran pernapasan agar tidak tertutup cairan di dalam tenggorokan.

Syukur ketika mengetaui suaminya yang saya tunggu kedatangannya akhirnya bisa datang memenuhi janjinya. Saya putuskan untuk kembali menunaikan aktifitas pekerjaan yang beberapa hari ditinggalkan. Seribu satu pesan yang saya sampaikan untuk menjaga pasien kepada suaminya.

Sungguh Allah SWT mengatur segala sesuatu yang ada didunia dengan adlinya, ada sesuatu yang bisa membuat perasaan lega tiada tara ketika mengetahui ada reaksi positif dari pasien. Bersama-sama dengan perawat-perawat yang ada yag telah memberikan pelayanan sepenuh hati, melepas pipa yang dimasukan ke rongga mulut yang digunakan untuk menjaga rongga agar tetap terbuka. Melihat kondisi yang mulai membaik, saya mencoba untuk berinteraksi dengan mencoba memanggilnya, ada sedikit reaksi yang saya tejemahkan bahwa dia sudah mulai sadar. Dari situ saya mencoba membimbing dengan membaca beberapa kalimah Allah dan juga surat Al fatihah. Dari reaksi berdasarkan pengamatan visual ternyata ada perkembangan yang signifikan. Syukur kepadamu yha robbi atas segala nikmat cobaan yang telah Engkau berikan, semoga ini adalah satu jalan untuk meningkatkan ketebalan iman kepadaMU  dan tidak akan pernah melupakan nikmat yang telah Engkau berikan. Alhamdulliahirobbil ‘alamin yha robbi atas kesempatan kepada hamba untuk bisa beribadah merawat kakak hamba. Hamba ikhlas menjalanin kehidupan ini. RidhoMU yha Robbi hamba berharap. Amin, amin, amin, Yha robbal ‘alamin.

Ku putuskan untuk kembali menunaikan kewajiban menuju tempat kerja nun jauh disana, dengan perasaan yang lebih baik.

Alhamdulillah sekarang perkembangannya lebih baik lagi meskipun masih ada di ruang ICU. Semoga saja ini adalah kesempatan kepada mu mbak yang diberikan oleh Allah untuk meningkatkan  keimanan  dan juga memperbaiki  semua  kesalahan yang telah enkau lakukan dengan mengganti dengan amalan baik.

Adikmu disini mengharap dan berdoa. Karena engkau berarti bagiku mbak. Apapun kesalahanmu kepadaku, aku memaafkanmu.

Terimakasih Yha robbi dengan melalui tangan-tangan lembut yang penuh keikhlasan, Engkau berkuasa menggerakkan para tenaga medis untuk membantu merawat kakak.

Terima kasih kepada pak dokter, bu dokter, dan tenaga medis lainnya yang telah  dengan sungguh-sungguh penuh dedikasi memberikan sesuatu yang terbaik.

Tidak ada  sebuah kekuatan apapun  apabila Allah SWT telah menentukan yang akan melawanya. Percayalah bahwa Allah SWT sesalu bersama  kita .

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Resep Sehat 1

November 13, 2007 at 7:09 am (Resep Sehat)

Sekedar mengingtkan mungkin saja dengan berjalannya kehidupan sampai detik ini, ada yang terabaikan. Tetap san selalu berfikir positif adalah resep sehat dalam jiwa yang mulai sakit dan menjaga jiwa jiwa yang sehat.

Permalink 1 Komentar